Tetap Maju Menjalani Hidup
Pernahkah kamu kehilangan sesuatu yang sangat berarti? Entah itu
orang yang kamu sayangi atau barang yang kamu anggap berharga? Bagaimana
perasaanmu? Apa yang kamu lakukan selanjutnya? Apakah kamu akan
berkubang dalam keputus-asaan atas kehilanganmu? Ataukah kamu segera
bangkit dan mulai maju ke depan? Hal ini juga dialami seorang musisi
besar dunia, Ludwig van Beethoven. Di masa keemasaannya, ia kehilangan
pendengarannya dan divonis menderita tuli total! Padahal seluruh
hidupnya ia curahkan untuk musik.
Ketika Beethoven mulai menginjak usia 28 tahun, karya dan namanya
sudah tersohor di dunia musik Eropa. Berbagai konser tunggal ia lakoni
dan karya gubahannya pun disambut dengan hangat oleh penikmat musik pada
waktu itu. Namun, suatu pagi di tahun 1789, ia tiba-tiba tidak dapat
mendengar apa-apa. Hal ini mengejutkannya, ia pun menutup rapat-rapat
ketuliannya ini karena masih merupakan tuli kambuhan.
Namun, di usianya yang ke-32, tulinya semakin memburuk sampai
akhirnya ia tuli total. Dalam keputusaannya, ia pun mulai menulis surat
kematian yang tertanggal 6 Oktober 1802. Sambil menangis ia menulis
surat itu sampai akhirnya ia tertidur. Namun, keesokan harinya, di dalam
keheningan total ia terbangun mengingat suara alam yang biasa
didengarnya ketika kecil.
Ia pun berlari keluar dan memandang alam sekitarnya, sambil berkata,
“Benar, walaupun aku kehilangan pendengaranku, memoriku akan suara alam
masih ada.” Dalam ketuliannya, Beethoven berhasil menelurkan
mahakaryanya dalam Simfoni seri I-IX.
Apa yang dialami Beethoven memang sempat mematahkan semangatnya,
namun keinginan untuk terus bertahan dalam keterbatasannya lebih besar.
Biarlah kisah ini menginspirasi kita untuk tetap bertahan dalam keadaan
sesulit apapun. Carilah hal-hal positif yang akan menguatkan kita untuk
tetap maju menjalani hidup. Jangan menyerah, teruskan hidup Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar